Beranda / Teknologi / Modus Baru! Petugas Nakal Gasak Modem, Pelanggan MR di Bandar Lampung Kecewa

Modus Baru! Petugas Nakal Gasak Modem, Pelanggan MR di Bandar Lampung Kecewa

SUARAREPUBLIK.Co, Bandar Lampung – Beberapa pelanggan Penyedia Layanan Internet/Wifi bermerk MyRepublik di Bandar Lampung kehilangan koneksi internet setelah Modem Router-nya dibawa kabur oleh petugas nakal. Kejadian ini terjadi pada Jumat (28/3/2025), ketika seorang teknisi bernama Deri mendatangi rumah pelanggan dengan alasan penggantian modem karena adanya pembaruan data dari kantor.

Karena Deri adalah petugas yang sebelumnya memasang jaringan internet di rumah tersebut, penghuni tidak menaruh curiga dan mengizinkannya mengambil modem. Namun, setelah perangkat dibawa, pelanggan merasa janggal dan langsung menghubungi kantor MR untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Betapa terkejutnya pelanggan ketika pihak MR mengonfirmasi bahwa tidak ada instruksi resmi untuk penggantian modem. Tindakan Deri pun diduga kuat sebagai aksi penipuan.

“Deri itu yang dulu pasang WiFi itu di rumah, makanya anak-anak percaya saja. Dia bilang modem mau diganti dengan yang baru atas perintah kantor. Begitu saya dapat kabar dari rumah, saya langsung hubungi kantor lewat WA. Mereka bilang ini bukan kali pertama menerima laporan seperti ini,” ungkap pelanggan yang enggan disebutkan namanya.

Dari pengakuan korban kepada redaksi DiksiPublik, pihak MR mengakui bahwa kejadian serupa telah dialami oleh banyak pelanggan mereka. Ironisnya, hingga saat ini, MR belum memberikan solusi konkret atas putusnya layanan akibat tindakan Deri. Pelanggan yang menjadi korban merasa kecewa karena perusahaan justru menyarankan mereka untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

“Kami dirugikan. Internet putus. Kerjaan terhambat. Lapor ke kantor mereka pun percuma, enggak ngasih solusi konkret. Seolah dibiarkan masa bodoh. Malah disuruh lapor polisi”, tambahnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengguna layanan internet untuk selalu waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan perusahaan. Diharapkan pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak ada lagi korban selanjutnya. Penyedia Layanan Internet pun semestinya sudah dapat memberikan tindakan preventif untuk menghindari hal ini terulang kembali.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page