SUARAREPUBLIK, Pesisir Barat – Program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertujuan membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Melalui program ini, sekolah diharapkan mengintegrasikan tujuh kebiasaan positif ke dalam rutinitas harian peserta didik.Kamis 23-juli-2026
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pesisir Barat belum memiliki jurnal siswa sebagai media pemantauan pelaksanaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Setelah awak media konfirmasi di beberapa sekolah SD maupun SMP,pihak sekolah atau guru yang enggan nama nya dipublikasikan menyampaikan bener kami belum memiliki sarana jurnal 7 kebiasaan anak Indonesia hebat,jurnal penting untuk sarana pemantauan,apalagi regulasinya kalau nggak salah ada SKB 3 menteri.tegasnya
Lanjut pihak sekolah atau guru dibeberapa sekolah SD maupun SMP ” pusing mas kami hanya manut petunjuk dari dinas,kalau di SD ya lewat K3S yang SMP lewat MKKS” seperti nya belum ada juga pembicaraan terkait jurnal 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dari dinas mau pun dari forum kepala sekolah”.imbuhnya
Padahal, jurnal tersebut dapat menjadi instrumen penting bagi sekolah untuk mencatat dan mengevaluasi penerapan kebiasaan positif siswa setiap hari, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam membangun karakter peserta didik.
Adapun tujuh kebiasaan yang menjadi fokus program tersebut meliputi:
1.Bangun pagi untuk melatih kedisiplinan dan manajemen waktu.
2.Beribadah guna memperkuat nilai spiritual dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.Berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.
4.Makan sehat dan bergizi agar siswa memiliki energi dan konsentrasi yang baik saat belajar.
5.Gemar belajar sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi dan rasa ingin tahu.
6.Bermasyarakat untuk membangun kepedulian sosial, empati, dan semangat gotong royong.
7.Tidur cepat agar siswa memperoleh waktu istirahat yang cukup demi mendukung tumbuh kembang dan kesiapan belajar.
Dengan belum tersedianya jurnal tersebut, diharapkan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah segera mengambil langkah agar implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat berjalan lebih optimal.
Kehadiran jurnal bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi alat evaluasi yang dapat mengukur konsistensi pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan tujuan program nasional.
Melalui dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, hingga pemerintah daerah, diharapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat benar-benar mampu membentuk generasi yang disiplin, sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.(Delta)










