SUARAREPUBLIK, Pringsewu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membantu pemenuhan gizi anak justru menuai keluhan di Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Menu yang disalurkan oleh SPPG Yogyakarta 2 disebut-sebut tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak penerima manfaat.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Kepala Pekon Blitarejo, Prayitno SE, yang juga mewakili orang tua penerima manfaat program tersebut. Ia mengatakan bahwa makanan yang dibagikan kepada anak-anak PAUD/TK, SD hingga SMP pada Rabu, 11 Maret 2026, ditemukan dalam kondisi yang tidak layak.
Menurut Prayitno, menu MBG saat itu terdiri dari buah salak, bolu kukus, dan sempol. Namun, saat diterima, sebagian makanan sudah dalam kondisi rusak.
“Buah salaknya sudah busuk, bolu kukusnya juga sudah menjamur. Ini tentu sangat disayangkan karena makanan tersebut diberikan kepada anak-anak,” ujar Prayitno kepada media ini, Kamis (12/3/2026).
Ia menilai, sebagai penyedia layanan makanan dalam program MBG, pihak SPPG Yogyakarta 2 seharusnya memastikan kualitas dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada para siswa.
Prayitno berharap pihak penyedia dapat meningkatkan pelayanan serta memperhatikan standar gizi dan kelayakan makanan yang diberikan kepada anak-anak.
“Minimal makanan yang diberikan benar-benar layak untuk dikonsumsi anak. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan masalah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah dua kali memberikan teguran kepada SPPG Yogyakarta 2 terkait kualitas makanan tersebut. Namun hingga saat ini, menurutnya belum ada perbaikan yang signifikan.
Bahkan persoalan tersebut juga sempat disampaikan dalam forum Musrenbang Kecamatan Gadingrejo agar menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pihak penyedia makanan dalam program MBG.
“Saat Musrenbang Kecamatan Gadingrejo juga sudah kami sampaikan agar pihak SPPG Yogyakarta 2 memperhatikan standar gizi dan pelayanan makanan yang layak untuk anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Yogyakarta 2 belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.(Delta)










