Beranda / Lampung / Gubernur Mirza Hadiri Begawi di Lampung Tengah, Tegaskan Adat Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Gubernur Mirza Hadiri Begawi di Lampung Tengah, Tegaskan Adat Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

SUARAREPUBLIK, Gunung Sugih – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri perayaan Begawi yang digelar di Sesat Agung Komering, Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (18/7/2026). Kehadiran Gubernur Mirza menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pelestarian adat dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah sekaligus identitas masyarakat Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Begawi bukan sekadar rangkaian prosesi adat, tetapi juga menjadi media untuk menjaga nilai-nilai budaya, mempererat persaudaraan, serta mewariskan karakter dan jati diri masyarakat Lampung kepada generasi muda.

“Begawi yang dilaksanakan hari ini menunjukkan bahwa adat Lampung tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Di dalamnya terdapat penghormatan kepada keluarga, penghargaan kepada para penyimbang, serta semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan kita dalam membangun daerah,” ujar Gubernur.

Menurutnya, adat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Melalui tradisi seperti Begawi, generasi muda diajarkan untuk menghormati orang tua, mengedepankan musyawarah, menerima tamu dengan baik, serta memahami tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Gubernur Mirza menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga serta melestarikan budaya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, masyarakat Lampung diminta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya sebagai jati diri daerah.

“Kita ingin Provinsi Lampung terus maju, tetapi kemajuan itu tidak boleh menghilangkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Generasi muda harus tetap memahami dan mengamalkan Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, serta Juluk Adek sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai adat tersebut merupakan modal sosial yang dapat memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, dan menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Menutup sambutannya, Gubernur Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah, untuk terus bersinergi menjaga persatuan serta melestarikan adat istiadat sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Kemajuan Lampung harus dibangun di atas nilai-nilai budaya yang kita miliki. Dengan menjaga adat dan memperkuat persatuan, kita dapat mewujudkan pembangunan yang berkarakter, berkelanjutan, dan tetap berpijak pada jati diri masyarakat Lampung,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page