SUARAREPUBLIK.Co, Bandar Lampung – Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (11/8/2025).
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebutkan inflasi nasional pada Juli 2025 sebesar 2,37% (yoy) dan 0,30% (mtm). Ia meminta daerah memberi perhatian pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasinya mencapai 3,75% dengan andil 1,08%.
“Kita harus waspada dan hati-hati, karena ini adalah kebutuhan primer,” kata Mendagri.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pada Juli 2025 kelompok pendidikan juga mencatat inflasi (mtm) sebesar 0,82% dengan andil 0,05%.
“Karena di Juli ini, orangtua sudah mulai membayar uang sekolah,” jelas Amalia.
Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,74% (mtm) dengan andil 0,22%. Penyumbang utama inflasi adalah beras, tomat, bawang merah, dan cabai rawit. Selain itu, komoditas yang perlu diwaspadai karena mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, beras, minyak goreng, dan telur ayam ras.
Rakor juga membahas percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Secara umum, ekonomi triwulan II-2025 tumbuh positif di seluruh wilayah, dengan pertumbuhan nasional sebesar 5,12% dan di Sumatra sebesar 4,96% (yoy).
Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Mendagri mendorong daerah melaksanakan 9 langkah strategis, yaitu:
- Percepatan realisasi APBD.
- Percepatan realisasi PMA dan PMDN.
- Percepatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah.
- Pengendalian harga bahan pokok.
- Pencegahan ekspor dan impor ilegal.
- Perluasan kesempatan kerja.
- Peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.
- Penguatan industri manufaktur.
- Kemudahan perizinan berusaha.













