SUARAREPUBLIK, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung resmi disepakati sebagai lokasi National Cassava Center (Pusat Singkong Nasional). Program ini merupakan inisiatif Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang bekerja sama dengan Sungai Budi Foundation, dengan fokus pada riset dan pengembangan singkong guna meningkatkan produktivitas petani.
“Telah disepakati bahwa Lampung akan menjadi National Cassava Center. Ini adalah program Bappenas bersama Sungai Budi Foundation untuk meriset singkong agar produktivitasnya meningkat dan mampu mengejar ketertinggalan dari Thailand dan Vietnam,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menjelaskan, salah satu target utama program tersebut adalah menghasilkan bibit unggul dengan kualitas dan kadar aci yang lebih tinggi. Dengan demikian, hasil panen petani diharapkan meningkat, sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan petani singkong.
Selain itu, National Cassava Center yang pertama di Indonesia ini, akan melibatkan peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat basis riset dan inovasi. Pusat kegiatan Cassava Center direncanakan berlokasi di Universitas Lampung, dengan dukungan fasilitas laboratorium, termasuk di kawasan Kota Baru.
Meski pembangunan fisik dilakukan secara bertahap, Gubernur Mirza menegaskan bahwa kegiatan riset akan segera berjalan dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan terbentuknya ekosistem singkong dari hulu hingga hilir yang lebih efisien dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi tapioka Lampung di pasar global.










