SUARAREPUBLIK.Co, Tulang Bawang Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun kota yang modern, hijau, dan ramah lingkungan. Salah satunya melalui pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Kota Budaya Uluan Nughik.
RTH ini bukan sekadar ruang terbuka biasa. Kehadirannya menjadi bagian penting dari konsep tata kota Uluan Nughik yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan. Dengan penataan yang berstandar internasional, RTH dirancang sebagai paru-paru kota, menjaga kualitas udara, mengurangi polusi, serta menjadi ruang resapan air. Lebih dari itu, RTH juga disiapkan sebagai titik interaksi sosial yang sehat dan nyaman bagi masyarakat Tubaba.
Kawasan ini semakin istimewa dengan hadirnya simbol Suhunan Riah yang sarat makna filosofis. Sosok ini merepresentasikan nilai ecofeminisme: seruan untuk menjaga alam dengan kelembutan dan kasih sayang, sebagaimana seorang ibu merawat anaknya.
Suhunan Riah diabadikan dalam Patung Tarian Cinta yang merupakan simbol urban yang dibangun dalam kawasan kota budaya uluan nughik kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai representasi dan pengingat bagi masyarakat Tubaba tentang pentingnya menjaga kelestarian alam: suhunan riah merupakan sosok ecofeminisme dalam filsafat lingkungan yang memandang bahwasanya ada keterkaitan antara penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam, suhunan riah menyerukan Biocentris pendekatan yang lebih manusiawi, protektif,adil terhadap lingkungan serta mengedepankan prinsip sustainability.
Tak hanya ikonik, kawasan Uluan Nughik kini juga menjadi destinasi wisata baru di Lampung. Perpaduan seni, budaya, dan ruang hijau menghadirkan suasana sejuk sekaligus menenangkan. Warga maupun wisatawan dapat belajar, berwisata, hingga menikmati momen rileks di tengah lingkungan yang tertata rapi.
Bupati Tulang Bawang Barat periode sebelumnya, Ir. Umar Ahmad, menggagas pembangunan ini sebagai bagian dari gerakan TUBABA. Bukan sekadar akronim Tulang Bawang Barat, TUBABA adalah sikap kolektif masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan semangat “pulang ke masa depan”, masyarakat diajak ber-Tubaba: hidup selaras dengan alam, menjaga keberlanjutan, dan menciptakan harmoni kosmis.
Kini, gagasan visioner Umar Ahmad itu terus dilanjutkan oleh jajaran Pemkab Tubaba. Melalui kepemimpinan di Dinas PUPR, Iwan Mursalin bersama Sekretaris PUPR Sadarsyah, pembangunan RTH Uluan Nughik dijalankan dengan serius dan terukur. Keduanya berperan penting menerjemahkan ide besar Umar Ahmad menjadi kenyataan, menghadirkan ruang hijau yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi ikon baru Tubaba yang membanggakan.
Melalui pembangunan RTH ini, PUPR Tubaba berharap Uluan Nughik bukan hanya menjadi kota budaya, tetapi juga rumah yang sehat, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakatnya. (red)













