SUARAREPUBLIK.Co, Metro – Kepala BKPSDM Kota Metro, Welly Adiwantra, resmi melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen SK tenaga kontrak ke Mapolres Kota Metro, Rabu (5/6). Laporan ini terkait peristiwa yang terjadi pada 20 Februari 2025 lalu, setelah namanya dikaitkan dalam pemberitaan tentang Dugaan Pemalsuan Surat Keputusan (SK) dan Rekrutmen Tenaga Honorer Baru dengan SK Perpanjangan yang tidak sesuai prosedur.
Welly menyatakan bahwa langkah hukum ini adalah upaya untuk memulihkan nama baik dan menghentikan penyebaran informasi yang menurutnya tidak benar.
Namun, Pemerhati Politik dan Pemerintahan Daerah, Rosim Nyerupa, justru menilai langkah hukum yang diambil Kepala BKPSDM Metro sebagai kepanikan ketimbang klarifikasi terhadap pengangkatan tenaga honor baru dengan SK Perpanjangan.
“Jika tidak terlibat dan merasa dirugikan, kenapa Kepala BKPSDM baru melapor dan menghimbau masyarakat sekarang, padahal masalah itu terjadi 20 Februari lalu? Yang dibutuhkan publik bukan gugatan, tapi keterbukaan dan klarifikasinya selaku kepala BKPSDM terhadap SK Perpanjangan yang lagi diselidiki Polda Lampung,” tegas Rosim dalam pernyataannya, Jumat (6/6/2025).
Menurut Rosim, langkah hukum tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan publik atas dugaan praktik kotor dalam rekrutmen honorer sangat mengganggu posisi Welly, apalagi namanya disebut-sebut sebagai calon Sekda Kabupaten Lampung Tengah.
“Playing Victim, tindakan ini bisa saja framing diri sebagai korban dan pengalihan isu yang berkembang. Kepala BKPSDM itu bisa jadi mencoba mengalihkan sorotan publik dari substansi skandal ke arah narasi kriminalisasi atau pencemaran nama baik. Dalam kerangka ini, pelaporan ke polisi bukan sekadar mencari keadilan, melainkan membangun persepsi bahwa dirinya adalah pihak yang didzolimi,” papar Rosim.
“Yang publik pertanyakan bukan soal siapa-siapa yang membuat SK, tapi apakah benar atau tidak praktik rekrutmen honorer di Metro sarat pelanggaran? Kalau memang tidak, hadapi dengan data, bukan dengan langkah defensif yang justru memancing spekulasi,” tegas Rosim. (Red)










