SUARAREPUBLIK, Tubaba – Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, meluncurkan satu unit ambulans gratis hasil pengelolaan Bank Sampah Unit Mulya Kencana di Sekretariat Bank Sampah Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (29/6/2026).
Ambulans tersebut menjadi wujud nyata keberhasilan program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung di bidang pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Novriwan mengatakan pengadaan ambulans merupakan hasil dari konsistensi masyarakat dalam mendukung program unggulan pemerintah daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup.
“Dengan menjalankan program unggulan, terutama pada sektor lingkungan hidup, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat. Hari ini kita berhasil menghadirkan satu unit ambulans untuk melayani kebutuhan warga Mulya Kencana,” ujar Novriwan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
“Tidak mungkin program-program ini dapat terlaksana jika masyarakat tidak berpartisipasi. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dapat memiliki program yang baik, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan masyarakat,” katanya.
Novriwan juga menyampaikan bahwa program pengelolaan sampah di Kabupaten Tulang Bawang Barat telah berjalan sejak sekitar satu tahun lalu, bahkan sebelum menjadi salah satu program yang mendapat perhatian secara nasional.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Unit Mulya Kencana, Aipda Ahmat Soim, menjelaskan bahwa ambulans tersebut dibeli dari hasil pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat secara rutin.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras para pengurus dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang dilakukan setiap dua minggu sekali, kami berhasil membeli satu unit ambulans,” ujarnya.
Ia menyebutkan sekitar 80 persen masyarakat di Kecamatan Tulang Bawang Tengah telah bergabung sebagai anggota Bank Sampah.
“Sedikit demi sedikit hasil dari sampah yang kami kumpulkan kemudian dikelola hingga memiliki nilai ekonomi. Alhamdulillah akhirnya dapat diwujudkan menjadi ambulans yang akan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmat, seluruh biaya operasional ambulans, mulai dari sopir, bahan bakar, hingga perawatan kendaraan, akan ditanggung dari hasil pengelolaan bank sampah sehingga layanan tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh anggota.
“Operasional ambulans, seperti sopir, bahan bakar, dan perawatan kendaraan akan dibiayai dari hasil pengelolaan bank sampah. Jadi anggota bank sampah dapat menggunakan ambulans ini secara gratis seratus persen,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya berharap mendapat dukungan berupa mesin pencacah sampah agar limbah plastik dapat diolah menjadi biji plastik yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah diharapkan semakin meningkat sekaligus memperkuat keberlanjutan program pelayanan sosial bagi masyarakat. ()













