SUARAREPUBLIK.Co, Bandar Lampung – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Lampung yang mengalami penundaan tak mempengaruhi konstelasi dukungan terhadap Aprozi Alam. Sejauh ini, arus dukungan dari DPD II kabupaten/kota terus mengarah kepadanya.
Ketua DPD II Golkar Kota Bandar Lampung, Yuhadi, memastikan bahwa pihaknya tetap teguh pada komitmen politik yang telah dibangun sejak awal. Ia menyebut penundaan Musda hanya soal teknis, bukan substansi.
“Kapan pun Musdanya, kita tetap Aprozi Alam. Golkar Bandar Lampung sudah memberikan dukungan secara tertulis dan moral. Semoga Musda berjalan lancar, tertib, dan damai,” ujarnya, Selasa, 22 Juli 2025.
Aprozi, menurutnya, memiliki energi besar dan kapasitas konsolidatif yang dibutuhkan Golkar Lampung dalam periode 2025–2029. Ia dipandang sebagai figur yang aktif, responsif, dan membumi di mata kader daerah.
“Kami memandang semua calon baik, tetapi yang punya semangat juang tinggi dan mau turun ke bawah, ya Aprozi Alam,” tegasnya.
Di mata kader Bandar Lampung, Aprozi bukan hanya pemimpin organisatoris, tapi juga figur yang merawat komunikasi dengan kader di semua tingkatan. “Beliau mudah dihubungi kapan saja, mau mendengar konsultasi, serta memiliki jiwa kesetiakawanan yang kuat,” tambah Yuhadi.
Tak hanya mengandalkan kekuatan generasi muda, Aprozi juga dinilai mampu menjembatani hubungan dengan tokoh senior. Gaya kepemimpinannya dianggap kolaboratif dan terbuka.
“Partai-partai lain sudah diisi anak-anak muda. Tapi bukan berarti meniadakan peran senior, justru senior akan dirangkul untuk memberi arahan dan masukan,” ujar Yuhadi lagi.
Secara de facto, dukungan terhadap Aprozi telah meluas. Selain Bandar Lampung, hampir seluruh DPD II kabupaten/kota disebut telah menyatakan dukungan. Yuhadi mengungkap bahwa dua belas DPD II pernah bertemu langsung dengan Ketua Plt DPP Golkar, Adies Kadir, di kompleks DPR RI.
“Yang saya ketahui, kami sudah pernah bertemu dengan Ketua Plt Adies Kadir di DPR RI, bersilaturahmi bersama dua belas DPD II. Kami berdiskusi di situ, bersama Pak Aprozi Alam, tentang masa depan Golkar,” ungkapnya.













