Beranda / Pendidikan / Mahasiswa Unila Borong Juara Lomba Video Kreatif Perpustakaan Bandar Lampung

Mahasiswa Unila Borong Juara Lomba Video Kreatif Perpustakaan Bandar Lampung

SUARAREPUBLIK.Co, Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) sukses mengukir prestasi di ajang lomba video kreatif yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung. Dari sepuluh karya yang dinilai, mereka berhasil menyabet juara pertama, juara ketiga, serta penghargaan kategori terbaik enam.

Capaian ini menjadi lebih istimewa karena video yang meraih juara satu akan melaju mewakili Bandar Lampung ke tingkat nasional.

Tim mahasiswa yang seluruhnya berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2022 terdiri dari Inas Azzahra Alharir, KMS. Rafhansa Dwi Kassanadi, M. Dipoditiro Parawangsa, Muhammad Hilmy Hibatulloh, dan Nur Rahma Riftyani.

Ketiga karya yang mereka ajukan berangkat dari gagasan sederhana: bagaimana literasi yang sering dianggap kaku bisa dikemas dengan cara yang menarik.

  • “Biblioterapi”, yang masuk kategori terbaik enam, mengisahkan seorang mahasiswa sibuk dan tertekan, namun menemukan ketenangan lewat membaca. Ide ini terinspirasi dari metode terapi psikologi menggunakan bahan bacaan.
  • “Jam Pasir”, peraih juara tiga, menyoroti generasi muda yang larut dalam gawai dan menilai perpustakaan membosankan. Visual time loop dipakai sebagai simbol waktu yang terbuang sia-sia.
  • “Genggam Ilmu”, pemenang utama, mengangkat aplikasi Buka Buku milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandar Lampung dengan gaya segar. Konsep breaking the fourth wall membuat tokoh dalam video bisa berinteraksi langsung dengan penonton.

Perjalanan produksi tidak mudah. Waktu yang sangat terbatas sempat memaksa tim melakukan perubahan konsep secara total. Namun berkat koordinasi yang baik serta kerja sama yang solid, semua karya selesai sesuai tenggat.

Selain menjadi pengalaman berharga, kemenangan ini mendorong mereka untuk terus berkarya di luar kompetisi. Ke depan, tim berencana melahirkan konten kreatif lain untuk media sosial maupun platform digital, baik yang bersifat edukatif, hiburan, hingga dokumenter.

Mereka pun berpesan kepada mahasiswa lain agar berani mencoba. Menurut mereka, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju hasil yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page