Beranda / FRAUD / Air Buangan Kamar Mandi TK ADHYAKSA XXXIV Dirancang Melintasi Paving Warga

Air Buangan Kamar Mandi TK ADHYAKSA XXXIV Dirancang Melintasi Paving Warga

SUARAREPUBLIK, Bandar Lampung – Sistem pembuangan air dari pembangunan TK ADHYAKSA XXXIV menuai sorotan warga sekitar. Pasalnya, air yang diduga berasal dari saluran pembuangan kamar mandi dibuat tidak langsung dialirkan ke drainase, melainkan mengalir di atas paving dan pelat beton penutup drainase yang dibangun secara swadaya oleh warga.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Warga juga mempertanyakan perencanaan sistem pembuangan air yang seharusnya dapat langsung terhubung ke drainase tanpa melintasi fasilitas umum.

Seorang warga mengatakan, persoalan yang muncul bukan kali pertama terjadi selama proses pembangunan TK Adhyaksa berlangsung.

“Pembangunan Tk ini memang beberapa kali menimbulkan masalah. Material bangunan seperti pecahan bata dan sisa adukan sering keluar dari area proyek sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. Sekarang saluran pembuangan air juga dibuat melintasi paving yang baru kami bangun secara swadaya. In ikan banjir terus kalau hujan. Apa mereka gak memperhitungkan itu?,” ujarnya.

Warga menegaskan tidak mempermasalahkan pembangunan sekolah, namun berharap pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar.

“Kami mendukung pembangunan sekolah, tetapi pelaksana proyek juga harus memperhatikan lingkungan. Jangan sampai fasilitas yang dibangun warga terdampak karena pekerjaan yang kurang diperhitungkan,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala TK Adhyaksa, Dahlia, S.Pd., membenarkan adanya laporan dari masyarakat. Ia mengaku telah menerima informasi tersebut dan langsung menginstruksikan pekerja untuk melakukan perbaikan.

“Ya, kami sudah menerima laporan dari warga sekitar. Kami juga menyesalkan adanya kelalaian tersebut. Saya sudah langsung menegur tukangnya agar segera mengubah jalur saluran pembuangan dan melakukan perbaikan,” kata Dahlia saat dikonfirmasi.

Menurut Dahlia, pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya agar tidak mengganggu warga maupun aktivitas di lingkungan sekitar.

Dengan adanya respons dari pihak sekolah, warga berharap perbaikan segera direalisasikan sehingga sistem pembuangan air dapat berfungsi sebagaimana mestinya tanpa melintasi paving dan pelat penutup drainase yang menjadi fasilitas umum di lingkungan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page