SUARAREPUBLIK, Pesawaran — Penceramah Muhammad Romlie atau yang akrab disapa Ustadz Aang Romli menyampaikan empat pesan penting dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Bola Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (12/9).
Penceramah asal Ciomas, Banten, itu mengajak umat Islam memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak salawat, mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Pesan Maulid Nabi
1. Buktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Ustaz Aang Romli mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan dan membuktikan kecintaan umat kepada Rasulullah.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW menjadi harapan umat untuk memperoleh syafaat dan dikumpulkan bersama Rasulullah di surga.
“Kalau kita cinta kepada Nabi Muhammad SAW, kita nanti di surga bersama Nabi Muhammad. Karena kita cinta pada Rasulullah,” ucapnya.
2. Mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW
Pesan kedua, kata dia, yakni mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam rangka syiar Islam.
Ia mengingatkan umat agar tidak ragu dan bimbang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
“Kita umat Nabi Muhammad SAW nanti dapat syafaat beliau. Tidak ada nabi yang bisa memberikan syafaat selain Nabi Muhammad SAW, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan lainnya,” imbuhnya.
3. Memperbanyak salawat agar mendapat rahmat Allah SWT
Ustaz Aang Romli menyampaikan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi sarana memperbanyak salawat dan mengharapkan turunnya rahmat Allah SWT.
Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak salawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Yang ketiga mudah-mudahan dengan kita melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW rahmat (kasih sayang) Allah turun, karena bersalawat,” katanya.
Ia kemudian mengajak jamaah memperbanyak salawat dan berharap rahmat Allah SWT turun di lokasi peringatan Maulid Nabi.
“Maka banyak-banyak bersalawat. Mudah-mudahan rahmat Allah turun ke lokasi ini,” tuturnya.
4. Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW
Pesan keempat, menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk meniru akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana memperkuat keimanan dan membentuk generasi Islami yang unggul.
“Yang keempat tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW kita bisa meniru akhlak Nabi Muhammad SAW,” paparnya.
Maulid Nabi sebagai Sarana Syiar dan Persatuan Umat
Lebih lanjut, Ustaz Aang Romli mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu sarana mengumpulkan umat Islam.
Ketika umat berkumpul, membaca salawat, mendengarkan tausiyah, serta mengagungkan Allah dan Rasul-Nya, diharapkan rahmat Allah SWT turun kepada mereka.
“Maulid Nabi harus menciptakan generasi Islami yang unggul,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kisah tentang Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, sebagai bahan renungan bagi jamaah.
Ustaz Aang Romli mengisahkan riwayat yang menyebutkan bahwa Abu Lahab, meskipun kafir, memperoleh keringanan azab setiap hari Senin karena kegembiraannya atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Kalau Abu Lahab saja yang kafir dan dicela Allah Ta’ala kekal selama-lamanya dalam api neraka, menurut riwayat, azabnya diringankan setiap Hari Senin karena senangnya dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
“Lalu bagaimana dengan orang yang sepanjang umurnya senang menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW? Masya Allah, betapa beruntungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW,” sambungnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesawaran dapat menjadi sarana mempererat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
“Mudah-mudahan acara Maulid ini bisa mempertemukan kita dengan Shahibul Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan warga Pesawaran dan sekitarnya. Bupati Pesawaran Nanda Indra bersama jajaran Forkopimda turut hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. (Ndi)









