SUARAREPUBLIK, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan gaya kepemimpinannya yang praktis dan efisien hingga momen terakhirnya menjabat.
Dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepada Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026), Purbaya secara terang-terangan menolak membaca teks sambutan formal tebal yang telah disiapkan oleh tim protokoler.
Alih-alih membuka map berisi draf naskah formal yang telah disiapkan matang oleh tim protokoler kementerian, ia justru memilih melipat lembaran kertas tebal tersebut. Di hadapan para pejabat eselon I dan tamu undangan, ia secara jujur mengutarakan bahwa dokumen sambutan tersebut dinilai terlalu panjang, bertele-tele, dan kurang pas untuk situasi momen perpisahan jabatan yang sedang berlangsung.
Setelah menepikan teks formal tersebut, Purbaya langsung beralih menggunakan gaya bicara yang sepenuhnya spontan. Tanpa panduan skrip, ia menyampaikan salam perpisahan secara langsung, jujur, dan apa adanya dari atas podium Aula Mezzanine. Pendekatan yang santai namun lugas ini berhasil mencairkan suasana resmi prosesi sertijab dan langsung memancing senyum serta tawa hangat dari seluruh jajaran kementerian yang hadir.
Dalam pidato singkatnya, Purbaya menegaskan bahwa porsi untuk berbicara panjang lebar mengenai arah kebijakan fiskal dan masa depan makroekonomi kini bukan lagi menjadi porsinya. Ia secara simbolis menitipkan estafet optimisme dan tanggung jawab pemaparan strategi ekonomi tersebut sepenuhnya kepada Suahasil Nazara selaku Menteri Keuangan yang baru. Menurut Purbaya, ruang dan panggung utama hari itu harus diberikan luas kepada suksesornya yang akan memimpin Lapangan Banteng ke depan.
Purbaya kemudian menutup masa dinasnya yang relatif singkat di Kementerian Keuangan dengan kalimat yang padat dan menyentuh. Ia menyampaikan apresiasi tertinggi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh jajaran keluarga besar Kementerian Keuangan atas kolaborasi serta kerja sama yang solid sepanjang masa jabatannya. Sambutan kilat itu pun diakhiri dengan jabat tangan hangat bersama Suahasil Nazara sebagai tanda resmi selesainya tugas pengabdiannya. (qd)









