Beranda / Daerah / Lampung Selatan / Proyek di UPTD Puskesmas Hajimena Tidak Transparan, Warga Keluhkan Dampaknya

Proyek di UPTD Puskesmas Hajimena Tidak Transparan, Warga Keluhkan Dampaknya

SUARAREPUBLIK.Co, Lampung Selatan – Pekerjaan galian sungai dan pembangunan talud di lingkungan UPTD Puskesmas Hajimena yang terletak di Kompleks Perumahan Bataranila Desa Hajimena, Natar, Lampung menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan wartawan, proyek pekerjaan talud dan galian sungai yang sedang dilakukan menuai pertanyaan karena minimnya transparansi. Plang proyek yang seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat tidak terlihat di lokasi.

Mungkin karena terbiasa mengabaikan prinsip transparansi sehingga setiap kegiatan pembangunan yang ada di UPTD Puskesmas ini melupakan plang proyek. Mulai dari pembangunan dan peningkatan gedung yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya hingga proyek pekerjaan talud dan galian sungai saat ini.

Tidak hanya persoalan transparansi, dampak dari aktivitas proyek ini juga mulai dirasakan warga sekitar. Proses penggalian sungai dan pembangunan talud yang telah berlangsung selama beberapa minggu menyebabkan tanah berserakan di jalanan. Ketika cuaca panas, debu pekat beterbangan, mengganggu aktivitas warga dan berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan pengguna jalan. Sebaliknya, saat hujan turun, jalanan menjadi licin dan berisiko membahayakan pengguna jalan akibat lalu lalang truk yang membawa tanah galian dari UPTD Puskesmas Hajimena ke lokasi lain yang apabila ditinjau dari segi urgensitas dan manfaatnya bagi orang banyak justru Nihil, karena tanah galian banyak yg dilangsir ke lokasi perorangan.

Seorang warga sekitar, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keresahannya. “Setiap hari kami harus menghadapi debu tebal mulai dari jembatan sampai lepas kantor puskes itu. Kalau hujan turun, jalan jadi becek dan licin. Kami khawatir akan keselamatan, terutama pengendara motor. Rumah-rumah di sekitar sini juga harus mandiri menyiram dan membersihkan tanah yang berserakan akibat langsiran tanah dari bekakang puskesmas ke tempat lain. Entah dijual atau memang ada dalam RABnya kami warga gak begitu tau. Orang plang proyek aja gak pernah ada kalo di puskes itu ada kegiatan”, ujarnya.

Memang dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, lingkungan yang berada di sekitar UPTD Puskesmas Hajimena ini kerap dilanda banjir hingga masuk ke dalam gedung. Bukan hanya kantor UPTD ini saja, masyarakat sekitar justru lebih banyak yang terdampak banjir. Alih-alih mengutamakan kepentingan khalayak ramai, Pemerintah setempat terlihat lebih fokus hanya terhadap kantor UPTD Puskesmas Hajimena saja. Terlihat alat berat excavator hanya menggali sungai yang berada persis di belakang gedung itu saja.

“Kami warga kurang paham ini proyek apa. Tadinya kami pikir ini normalisasi atau cuci kali untuk mencegah banjir kembali terulang. Tapi kok yang dikerjakan disitu-situ saja. Rupanya untuk meninggikan talud belakang Puskesmas. Alhamdulillah memang sebagian tanah hasil galian diminta untuk menguruk masjid agar lebih tinggi. Yang jelas dampaknya debu dimana-mana. Jalanan jadi licin kalo basah”, terang warga lain yang enggan disebutkan identitasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai proyek ini, termasuk besaran nilai, sumber anggaran dan kontraktor yang bertanggung jawab. Masyarakat berharap Pemerintah Daerah dan Instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai aturan, baik dari segi transparansi maupun dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Dengan kondisi seperti ini, pertanyaan besar muncul, apakah ketidakterbukaan dalam proyek-proyek pembangunan di UPTD Puskesmas Hajimena ini memang disengaja, ataukah hanya akibat kelalaian yang terus berulang? Yang jelas, tanpa adanya transparansi, proyek-proyek seperti ini berpotensi menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran publik. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page