SUARAREPUBLIK, Bandar Lampung –Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan di Provinsi Lampung.
Menurut Mirza, pembangunan dan penegakan hukum harus berjalan beriringan. Kepastian hukum dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan apresiasi kepada Danang Suryo Wibowo atas dedikasi, kerja sama, dan kontribusinya selama menjalankan tugas sebagai Kajati Lampung.
“Selama ini, sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kejaksaan Tinggi telah berjalan dengan sangat baik. Kita menghadapi banyak persoalan bersama. Ada pembangunan yang harus dikawal, investasi yang membutuhkan kepastian hukum, serta tata kelola pemerintahan yang harus terus diperbaiki,” ujar Mirza.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang terjalin antara Pemprov Lampung dan Kejati Lampung telah membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di tengah masyarakat.
“Terima kasih, Pak Danang, atas kebersamaan itu. Semoga di tempat pengabdian yang baru sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, terus diberikan kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan,” katanya.
Mirza juga menyambut Kajati Lampung yang baru, Taufan Zakaria, dan berharap sinergi antara Pemprov Lampung dan Kejati dapat terus diperkuat.
“Selamat datang di Provinsi Lampung. Kami menyambut Bapak dengan tangan terbuka,” ucapnya.
Menurut Mirza, Lampung merupakan daerah yang terus berkembang, baik dari sisi ekonomi, investasi maupun pembangunan. Karena itu, perkembangan tersebut harus didukung kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Bagi kami, pembangunan dan penegakan hukum bukan dua hal yang dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan beriringan. Kalau kepastian hukum terjaga, investasi akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.
Sementara itu, Danang Suryo Wibowo yang kini mendapat tugas sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, menyampaikan kesan selama 15 bulan menjalankan tugas sebagai Kajati Lampung.
Ia menyebut masa pengabdiannya di Lampung menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan keluarga.
“Saya bersama istri merasakan 15 bulan ini sebagai sebuah anugerah untuk kami. Khususnya berbagai ilmu, wawasan, pengalaman yang berharga yang telah kami peroleh selama kami di sini,” ujarnya.
Danang juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atas dukungan dan sinergi selama dirinya bertugas.
“Terima kasih kami ucapkan tentunya kepada Bapak Gubernur yang selama kami ada di sini selalu mendukung dan mendampingi kami sepenuhnya, baik dalam artian formal maupun juga persaudaraan. Berbagai dukungan terhadap institusi Kejati khususnya telah diberikan beliau secara maksimal,” kata Danang.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin selama masa tugasnya.
Menurut Danang, dukungan tersebut turut memudahkan pelaksanaan tugas Kejati Lampung selama berada di daerah.
Sementara itu, Kajati Lampung Taufan Zakaria mengatakan dirinya memiliki modal kuat untuk melanjutkan berbagai program dan kerja yang telah dilakukan Danang selama menjabat.
Menurut Taufan, berbagai program yang telah dijalankan sebelumnya menjadi fondasi bagi Kejati Lampung untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pembangunan di daerah.
“Saya berharap kehadiran kami bersama jajaran Kejaksaan Tinggi Lampung dapat diterima dan mampu memperkuat kerja sama dalam membangun daerah,” kata Taufan. (*)










