SUARAREPUBLIK, Lampung Barat — Kontingen Kota Bandar Lampung membawa kearifan lokal Lampung ke panggung Pentas Seni Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Fest Kreasi GTK) 2026 di GOR Ajisaka, Kabupaten Lampung Barat, Selasa, (1/9/2026).
Kontingen dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung itu menampilkan perpaduan musik tradisional dan sastra sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lampung.
Penampilan diawali petikan Gambus Klasik Lampung yang dimainkan Dahrizal, S.Hum. Alunan tersebut kemudian dipadukan dengan tabuhan Bebano dan tiupan Serdam yang dimainkan Aristiano, S.Pd.
Nuansa budaya semakin kuat ketika Elsa Wirantika, S.Pd membawakan puisi berbahasa Lampung. Musik dan puisi dirangkai menjadi satu pertunjukan yang mengangkat pesan tentang kekayaan, keberagaman, dan identitas budaya Lampung.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton. Tepuk tangan terdengar setelah seluruh rangkaian pertunjukan selesai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Dr. M. Nur Ramdhan, M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kusrina, M.Pd yang mendampingi kontingen mengatakan, pemilihan musik dan sastra tradisional bukan sekadar bagian dari pertunjukan.
“Penampilan ini bukan hanya seni, tapi juga bentuk kecintaan kami terhadap budaya Lampung. Kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal masih relevan dan bisa dikemas dengan cara berbeda,” ujar Kusrina.
Menurutnya, budaya tradisional memiliki ruang untuk terus berkembang tanpa kehilangan akar. Kreativitas dalam mengemas seni menjadi salah satu cara agar kekayaan budaya Lampung tetap dekat dengan generasi saat ini. ()













