Calon Kepala Pekon Pujodadi Warsoyo Usung Gagasan Pembangunan Berbasis Masyarakat

SUARAREPUBLIK, Pringsewu — Membangun pekon tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga menyangkut pelayanan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, pertanian, kehidupan keagamaan hingga pelestarian budaya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari gagasan yang diusung calon Kepala Pekon Pujodadi no urut 04 warsoyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dengan visi “Bersama Membangun Pujodadi Maju, Sejahtera, Religius, dan Berbudaya.”selasa 06/10/2026

Gagasan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah upaya menghadirkan mobil sosial masyarakat atau ambulans desa, yang diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses menuju fasilitas kesehatan maupun rumah sakit ketika membutuhkan pelayanan medis.

Selain pelayanan kesehatan, calon Kepala Pekon Pujodadi juga menaruh perhatian terhadap budaya dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan Suran dan peringatan HUT Kemerdekaan RI diharapkan dapat dilaksanakan dengan semangat gotong royong tanpa membebani masyarakat melalui penarikan biaya, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Di sektor pertanian, pembangunan sarana dan prasarana menjadi salah satu prioritas. Optimalisasi saluran irigasi, jalan usaha tani serta jaringan listrik menuju kawasan persawahan dipandang penting untuk menunjang aktivitas petani dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Tak hanya pembangunan fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari gagasan tersebut. Pelatihan keterampilan kerja bagi generasi muda akan didorong agar mereka memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Perhatian juga diarahkan kepada guru ngaji, tenaga PAUD dan guru TK di Pekon Pujodadi, dengan harapan peran mereka dalam membentuk generasi penerus mendapat dukungan dan perhatian yang lebih baik sesuai kemampuan pekon dan ketentuan yang berlaku.

Dalam bidang infrastruktur, pembangunan diarahkan agar dilakukan secara merata dan berkelanjutan, mulai dari jalan pekon, drainase hingga pembangunan jalan cor. Prinsip pemerataan menjadi salah satu hal yang ditekankan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pekon Pujodadi.

Sementara itu, tata kelola pemerintahan pekon juga menjadi perhatian. Perangkat pekon diharapkan dapat bekerja secara maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, tertib, transparan dan profesional.

Partisipasi masyarakat pun menjadi bagian penting dalam konsep pembangunan yang ditawarkan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam musyawarah, perencanaan pembangunan, pengawasan serta kegiatan gotong royong.

Pada sektor ekonomi, pengembangan potensi lokal akan diarahkan melalui penguatan UMKM, pertanian dan peternakan. Potensi yang dimiliki masyarakat diharapkan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi pekon sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Di bidang keagamaan, dukungan terhadap kegiatan masyarakat juga menjadi salah satu misi, termasuk pembangunan dan pemeliharaan masjid dan musala, TPQ serta kegiatan peringatan hari besar keagamaan.

Seluruh gagasan tersebut dirangkum dalam sebuah moto sederhana namun sarat makna:

“Mengayomi dan Melayani Sepenuh Hati.” tegasnya

Moto tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan Pekon Pujodadi diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan pemerintahan pekon yang dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi warga dan bekerja untuk kepentingan bersama.

Dengan semangat bersama membangun Pujodadi, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pekon yang lebih maju, sejahtera, religius, berbudaya dan memiliki pelayanan publik yang semakin baik.(Delta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page