SUARAREPUBLIK, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ) dengan membagi 15 kabupaten/kota ke dalam lima regional sistem rujukan.
Pembagian regional tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat bencana, terutama jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari puskesmas pembantu, puskesmas, hingga rumah sakit umum daerah.
“Kami telah membagi 15 kabupaten dan kota dalam lima regional sistem rujukan. Jadi setiap fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten dan kota diminta untuk meningkatkan kesiagaan, baik di Puskesmas Pembantu, Puskesmas, maupun Rumah Sakit Umum Daerah,” kata Djohan, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, skema tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana, khususnya akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebagai pedoman pelaksanaan, Dinkes Lampung juga telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Kesehatan Masyarakat.
Surat edaran tersebut menjadi acuan bagi jajaran kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota dalam mempersiapkan layanan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Dalam sistem rujukan regional, lima rumah sakit umum daerah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan. Kelima rumah sakit tersebut yakni:
- RSUD Abdul Moeloek di Bandar Lampung;
- RSUD Pringsewu;
- RSUD Alimuddin Umar di Lampung Barat;
- RSUD Menggala di Tulang Bawang; dan
- RSUD Ahmad Yani di Kota Metro.
Sementara itu, untuk jenjang rujukan tertinggi, Dinkes Lampung menetapkan tiga rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung, yakni RSUD Bandar Negara Husada, RSUD Alamsyah Ratu Perwiranegara, dan RSUD Abdul Moeloek.
“Adapun rujukan tertinggi ditugaskan kepada tiga Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Provinsi Lampung yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada, Rumah Sakit Umum Daerah Alamsyah Ratu Perwiranegara dan sebagai rujukan tertinggi adalah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek,” ujarnya.
Djohan menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan rujukan. Dinkes juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Penguatan surveilans turut dilakukan untuk mendeteksi sejak dini gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat paparan abu vulkanis maupun dampak erupsi lainnya.
Gangguan kesehatan yang diantisipasi antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, iritasi kulit, serta keluhan kesehatan lain yang dapat dipicu aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Melalui penguatan sistem rujukan dan pemantauan kesehatan tersebut, Dinkes Lampung berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat tetap berjalan cepat, terkoordinasi, dan siap menghadapi kemungkinan bencana maupun peningkatan dampak erupsi GAK di wilayah Lampung. ()

