SUARAREPUBLIK, Bandar Lampung — Ancaman pohon tumbang di sejumlah titik membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung memperkuat langkah pencegahan. Pohon tua, lapuk, serta dahan yang dinilai rawan patah menjadi sasaran penyisiran dan pemangkasan petugas.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan warga maupun pengguna jalan, terutama di kawasan yang ramai dilalui masyarakat.
Plt Kepala DLH Kota Bandar Lampung Budi Ardiyanto mengatakan, pemangkasan pohon dilakukan secara berkala. Petugas juga masih bergerak di lapangan untuk menangani sejumlah titik yang dianggap membutuhkan penanganan.
“Kami rutin melakukan pemangkasan pohon. Sampai hari ini pun petugas kami masih bergerak di lapangan, salah satunya di kawasan Jalan Teuku Umar,” kata Budi, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pohon yang sudah berusia tua, lapuk, atau memiliki bagian dahan yang rawan patah menjadi perhatian utama. Terlebih jika pohon tersebut berada di sepanjang jalan protokol atau lokasi yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.
Pemangkasan dilakukan bukan semata untuk mengurangi keberadaan pohon di ruang kota. Fungsi ekologis dan estetika tetap diperhatikan, namun ketika kondisi vegetasi mulai membahayakan, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Sebab, pohon tumbang dapat menimbulkan persoalan berantai, mulai dari menghambat arus lalu lintas hingga berpotensi menimpa kendaraan, rumah maupun fasilitas umum.
Selain melakukan penyisiran secara rutin, DLH juga mengandalkan laporan masyarakat untuk menemukan pohon yang membutuhkan penanganan.
“Jika ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan pohon rawan tumbang, langsung kami respons. Kami aktif melayani permintaan warga demi keamanan bersama,” tegas Budi.
DLH mengimbau warga ikut memperhatikan kondisi pohon di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum. Jika menemukan pohon tua, lapuk, atau dahan yang berpotensi patah, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat diperiksa dan ditangani oleh petugas teknis.
Dengan penyisiran dan pemangkasan secara berkala, DLH berharap potensi pohon tumbang dapat ditekan, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda. Perawatan pohon pun tidak berhenti pada menjaga hijaunya kota, tetapi juga memastikan ruang publik tetap aman bagi masyarakat. ()

